Pada hari sabtu, 26 Februari 2012, Pondok Pesantren Al Hikmah 2 kedatangan tamu lagi, -sebelumnya Syeikh Quds Hamid yang berasal dari Iran juga telah mengunjungi Al Hikmah 2- dua tamu mulia yang berasal dari jazirah arab keduanya, yang pertama Habib Ahmad Hasan Al Kaff beliau seoramg Faqih dalam Madzhab Imam Syafi’i, berasal dari Madinah Al Munawarah, selain itu beliau juga produktif dalam menyusun kitab-kitab islami khususnya fiqih bermadzhab syafi’i, beliau datang pukul 18.00 wib sebelum shalat maghrib beserta rombongan dari Tegal, dan beliau memberikan muhadharah (ceramah) kepada seluruh santri putra maupun putri di Masjid Annur dengan tema mencari ilmu, tetapi beliau juga layaknya seorang motivator ulung dalam memberi nasihat agar kita mempunyai target dan konsisten dalam mencari ilmu walaupun ketika seseorang mendapat cobaan, pada akhir ceramah beliau berjanji akan datang kembali ke pondok Al Hikmah 2 dengan mengadakan dauroh atau semacam pesantren kilat selama seminggu setelah mendatangi Surabaya. Dan beliau juga guru dari Gus Itmamudin Masruri (putra Al Maghfurlah KH. Masruri Abdul Mughni) selama menyantri di Madinah. Ceramah singkat itu diakhiri dengan do’a untuk keberkahan dan kemanfaatan pondok serta khususnya bagi Al Maghfurlah Abah Yai Masruri yang telah membawa pondok ini berkembang. Beliau pulang pada pukul 21.00 setelah berjalan-jalan sekitar pondok dan mendoakan untuk pondok.

Yang kedua yaitu Syeikh Ahmad Bafadhol, seorang da’i mancanegara yang berasal dari Yaman, beliau sering menghisai televisi-televisi di timur tengah diantaranya di negara UEA, Kuwait dan Oman. Beliau datang setelah Habib Ahmad Hasan Al Kaff pergi, yaitu pukul 21.30 wib didampingi 2 orang yang shabatnya dari Yaman yaitu Habib Ali dan Habib Abdullah, ketika sampai di pondok, beliau langsung memasuki masjid dan memulai taushiahnya, dalam nasehat beliau sangat menjunjung akhlaq karimah serta mengkaitkan sunnah-sunnah dalam ajaran islam dengan fakta keilmuan modern saat ini, seperti makan berdiri dapat menyebabkan penyakit lambung, yang diumpamakan seorang makan atau minum berdiri seperti air terjun yang dapat memecah bebatuan dibawahnya, sedangkan orang yang makan dan minum secara duduk seperti air yang mengalir di sungai yang tidak merusak dan contoh kedua yaitu wudlu yang merupakan Shilahul Mu’min (senjata bagi orang mukmin) dengan dibuktikan dengan kamera yang memantau seorang yang berwudlu tidak tampak dipandangan kamera dan masih banyak cerita serta nasihat yang beliau sampaikan. Selain mahir berbahasa arab beliau juga cakap dalam berbahasa inggris Alhamdulillah beliau mau bermalam di pondok, setelah sarapan ala timur tengah beliau dan rombongan kembali pulang berserta rombongan pada pagi harinya pukul 09.30, untuk melanjutkan dakwah beliau ke Kuwait dan Oman.

Iklan