Setiap tahunnya yang menjadi hal terpenting yaitu perpindahan kamar yang dilaksanakan oleh Pengurus Pondok Pesantren Al Hikmah 2rubath Al Hasan, pada tahun ini perpindahan difokuskan bagi seluruh penghuni lantai 2 yang akan dihuni oleh santri baru tahun ajaran 2011 ini, sehingga 10 kamar lantai 2 di pindah ke lantai 3, dengan jumlah 3 kamar untuk kelas 2 SMP, 4 Kamar untuk kelas 2 MTs, 1 kamar untuk kelas 2 MAU, 1 kamar untuk kelas 1 MTs dan kamar Penghuni MMA & SMK. Kegiatan ini diselenggarakan pada hari Ahad, 4 Juni 2011 setelah diumumkan oleh ketua pondok putra. sehingga untuk ajaran mendatang dipersiapkan 13 kamar untuk santri baru.
Latest Entries »
Pada hari sabtu, 26 Februari 2012, Pondok Pesantren Al Hikmah 2 kedatangan tamu lagi, -sebelumnya Syeikh Quds Hamid yang berasal dari Iran juga telah mengunjungi Al Hikmah 2- dua tamu mulia yang berasal dari jazirah arab keduanya, yang pertama Habib Ahmad Hasan Al Kaff beliau seoramg Faqih dalam Madzhab Imam Syafi’i, berasal dari Madinah Al Munawarah, selain itu beliau juga produktif dalam menyusun kitab-kitab islami khususnya fiqih bermadzhab syafi’i, beliau datang pukul 18.00 wib sebelum shalat maghrib beserta rombongan dari Tegal, dan beliau memberikan muhadharah (ceramah) kepada seluruh santri putra maupun putri di Masjid Annur dengan tema mencari ilmu, tetapi beliau juga layaknya seorang motivator ulung dalam memberi nasihat agar kita mempunyai target dan konsisten dalam mencari ilmu walaupun ketika seseorang mendapat cobaan, pada akhir ceramah beliau berjanji akan datang kembali ke pondok Al Hikmah 2 dengan mengadakan dauroh atau semacam pesantren kilat selama seminggu setelah mendatangi Surabaya. Dan beliau juga guru dari Gus Itmamudin Masruri (putra Al Maghfurlah KH. Masruri Abdul Mughni) selama menyantri di Madinah. Ceramah singkat itu diakhiri dengan do’a untuk keberkahan dan kemanfaatan pondok serta khususnya bagi Al Maghfurlah Abah Yai Masruri yang telah membawa pondok ini berkembang. Beliau pulang pada pukul 21.00 setelah berjalan-jalan sekitar pondok dan mendoakan untuk pondok.
Yang kedua yaitu Syeikh Ahmad Bafadhol, seorang da’i mancanegara yang berasal dari Yaman, beliau sering menghisai televisi-televisi di timur tengah diantaranya di negara UEA, Kuwait dan Oman. Beliau datang setelah Habib Ahmad Hasan Al Kaff pergi, yaitu pukul 21.30 wib didampingi 2 orang yang shabatnya dari Yaman yaitu Habib Ali dan Habib Abdullah, ketika sampai di pondok, beliau langsung memasuki masjid dan memulai taushiahnya, dalam nasehat beliau sangat menjunjung akhlaq karimah serta mengkaitkan sunnah-sunnah dalam ajaran islam dengan fakta keilmuan modern saat ini, seperti makan berdiri dapat menyebabkan penyakit lambung, yang diumpamakan seorang makan atau minum berdiri seperti air terjun yang dapat memecah bebatuan dibawahnya, sedangkan orang yang makan dan minum secara duduk seperti air yang mengalir di sungai yang tidak merusak dan contoh kedua yaitu wudlu yang merupakan Shilahul Mu’min (senjata bagi orang mukmin) dengan dibuktikan dengan kamera yang memantau seorang yang berwudlu tidak tampak dipandangan kamera dan masih banyak cerita serta nasihat yang beliau sampaikan. Selain mahir berbahasa arab beliau juga cakap dalam berbahasa inggris Alhamdulillah beliau mau bermalam di pondok, setelah sarapan ala timur tengah beliau dan rombongan kembali pulang berserta rombongan pada pagi harinya pukul 09.30, untuk melanjutkan dakwah beliau ke Kuwait dan Oman.
Pohon yang satu ini memang pohon yang tergolong langka di Indonesia yaitu pohon sukarno namanya, kalau begitu pasti ada kaitannya dengan Presiden RI Pertama Indonesia ini. Terbukti dalam sejarah bahwasanya Bung Karno pernah memberikan hadiah kepada Raja Saudi pohon ini agar ditanam disana, Kita lihat saja kutipan dari Harian Republika.
Sejak beberapa tahun terakhir, paling tidak
sampai dengan 2009 lalu saat saya (konsultan
agronomi) berhaji, Padang Arafah sudah begitu
rindang dengan pepohonan yang tumbuh subur.
Bahkan, hijaunya hampir merata di seluruh
hamparannya. Orang Arab Saudi sering menyebut pohon-pohon itu
dengan nama “Pohon Soekarno”.
Di Indonesia, pohon
Soekarno itu dikenal dengan nama Mimba, Pohon
Imbo, atau Pohon Imba. Pohon ini memiliki famili
dekat di antaranya adalah pohon Mindi. Kedua
tanaman itu memang memiliki kemampuan untuk hidup dan berkembang di tanah tandus yang kering. Berkembangnya tanaman Mimbo di tanah suci
Makkah memang dipelopori oleh Presiden Soekarno
saat mengunjungi Arab Saudi di zaman Raja Fahd.
Sekarang, pohon Soekarno itu berkembang luas,
bukan hanya di Kota Makkah tetapi juga sampai di
Madinah, Jeddah, dan kota lain di Arab Saudi.
Bentuk pohonnya pun dibuat beraneka. Di Hudaibiyah,
tempat bersejarah saat dulu Nabi Muhammad SAW
membuat perjanjian dengan orang-orang Quraish,
pohon Soekarno dibiarkan tumbuh bercabang-
cabang sehingga lingkungannya menjadi rindang.
Hudaibiyah sekarang ditetapkan sebagai salah satu tempat miqat untuk ibadah umrah.
Di halaman Museum Ka’bah, atau disekitar Masjid Aisyiah,
Tan’im, dan di sepanjang jalan Kota Makkah, pohon
Soekarno dipangkas berbentuk bulat, meruncing,
atau lainnya sesuai selera. Yang jelas, jamaah Indonesia bisa berbangga diri
dengan adanya pohon Soekarno yang banyak
dikenal oleh penduduk Arab Saudi itu. Di Indonesia
sendiri kedua tanaman itu memiliki beberapa fungsi.
Tanaman yang digunakan untuk penghijauan lahan
kritis itu juga dimanfaatkan kayunya sebagai bahan bangunan dan kayu bakar. Daunnya bermanfaat
untuk bahan baku pestisida organik dan sebagai obat
bagi kesehatan. Fermentasi dari daun Mimba dan urin
kambing/kelinci yang dipercepat dengan
dekomposer-bio efektif dapat digunakan untuk
pengendalian hama kutu daun pada cabe, tomat, kacang panjang, dan lainnya. Padang Arafah sendiri luasnya sekitar 5,5 x 3,5 km,
yang disekitarnya dikelilingi bukit-bukit. Salah
satunya adalah Jabal Rahmah, yaitu bukit yang
diyakini sebagai tempat bertemunya Nabi Adam dan
Siti Hawa setelah turun ke bumi dan dipisahkan
kembali selama 300 tahun.
Kabarnya, ada dua gagasan besar Presiden Soekarno
di Arab Saudi waktu itu, yaitu penanaman pohon di
Arafah dan pembuatan tiga jalur tempat sa’i.
Agaknya, gagasan itu direspons oleh Pemerintah
Kerajaan Arab Saudi. Karenanya, kini tempat sa’i
antara Bukit Safa dan Marwa terbagi menjadi tiga jalur. Jalur pertama adalah dari Bukit Safa ke Bukit
Marwa. Jalur kedua adalah dari Bukit Marwa ke bukit
Safa. Jalur ketiga berada ditengah-tengah antara jalur
pertama dan kedua yang diperuntukkan bagi orang-
orang yang sudah uzur atau cacat fisik dengan
menggunakan kursi roda. Pada musim haji, di bawah pohon-pohon Soekarno itu
dipasang tenda-tenda untuk penginapan sementara
para jamaah. Tenda-tenda itu dipersiapkan
menjelang acara wukuf yang dimulai pada 9
Dzulhijjah setelah shalat Zuhur. Puncak acara wukuf
dipusatkan di Masjid Namirah yang terletak tepat di tengah-tengah Padang Arafah.
Sekarang, suasana di
sana pun tak begitu gersang dan terasa
kesejukannya di bawah pohon rindang. Malahan, pada saat 9 Dzulhijjah 1430 Hijriah, yang
bertepatan dengan 25 November 2009, terjadi hujan
lebat disertai guntur yang hebat di Arafah. Hujan
lebat itu membasahi semua tenda dan karpet yang
ada dibawah tenda sehingga para jamaah harus
sabar berada dalam keadaan basah semalaman. Namun, hujan yang juga membasahi seluruh
pepohonan di Padang Arafah itu menjadikan
tanaman semakin subur dan Arafah makin sejuk.
Dikutip dari Republika
Image by Cool Text: Free Logos and Buttons- Create An Image Just Like This
Ketahuilah bahwa Allah SWT menjadikan bumi sebagai tempat yang mudah diatur bagi hamba-hamba-Nya agar mereka dapat menjadikannya sebagai tempat tinggal dan mempergunakan umurnya yang terus berjalan, laksana perahu yang sedang berlayar bersama penumpangnya. Perjalanan awalnya dimulai sejak dari buaian dan berakhir di liang lahat. Negerinya adalah surga atau neraka.
Usianya adalah jarak perjalanan, tahun-tahunnya ada garis fiinish-nya, bulan-bulan-Nya ada garis farsakh-Nya, hari-harinya adalah jarak milnya, nafasnya adalah langkahnya, ketaatannya (kepada Allah SWT) adalah hartanya, waktunya adalah modalnya, hawa nafsu dan harta benda duniawi adalah perampoknya, keuntungannya adalah kemenangannya saat berjumpa dengan Allah SWT, Raja yang Maha Agung, di akhirat kelak dengan kenikmatan yang kekal. Kerugiannya adalah jauhnya ia dari-Nya, na’udzu Billah. Semoga Allah SWT melindungi kita dari belenggu dan siksa yang pedih dalam neraka yang bertingkat-tingkat.
Orang yang lalai, walaupun hanya dalam waktu satu desahan saja dari umurnya, akan mengalami penyesalan yang tiada berujung dan kerugian yang tidak terhitung
Dikutip dari kitab Mukhtashor Ihya’ Ulumuddin bab Wirid






